Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2018

Berbicara dengan prosa

Hai tuan yang inisial namanya masih berada pada abjad ke lima dari akhir, terima kasih telah menyapaku kembali setelah sekian lama tak ada kabar, kebetulan atau memang kamu telah membaca kalimat-kalimat yang ku tulis semalaman sambil meneteskan air mata?  Senang mendengar kabarmu yang memang baik-baik saja atau sedang berpura-pura sepertiku; yang selalu ku usahakan baik-baik saja. Jadi apa kesibukanmu sekarang? kalau aku sih tidak usah kau tanya lagi dari dulu hingga sekarang kesibukanku adalah menunggumu dari pagi hingga petang, hujan hingga badai.  Hai boleh ku ucap rindu? canggung ya setelah lama tak saling tegur sapa, aku kira kamu sudah lupa denganku si wanita yang kerjaannya mengeluh, yang sudah banyak merepotkanmu karena air mata yang terus jatuh, akibat merindukanmu. Kamu bertanya padaku bagaimana kabar hatiku sekarang, tentu jawabannya tidak pernah baik-baik saja jika kamu tahu. Merindu itu sesak, apa lagi yang aku rindukan kamu yang statusnya bukan siapa-siapa, milikku? te...